
Inspirasi Akhlak Nabi: STIT Merauke Sukses Gelar Speech Contest Maulid 2023 yang Edukatif
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW selalu menjadi momentum berharga untuk merefleksikan kembali keteladanan agung Rasulullah. Tahun ini, nuansa peringatan tersebut terasa berbeda dan lebih edukatif di Merauke. Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Yamra Merauke sukses menyelenggarakan kegiatan Speech Contest atau Lomba Pidato pada Jumat, 13 Oktober 2023.
Bertempat di Aula Gedung Pertemuan lantai II STIT Yamra Merauke, acara ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk tidak hanya mengenang kelahiran Nabi, tetapi juga mengasah kemampuan fundamental yang dimiliki Rasulullah: kemampuan berkomunikasi secara fasih, menyentuh hati, dan menginspirasi.
Meneladani Retorika yang Santun dan Inspiratif
Kegiatan Speech Contest ini lahir dari pemahaman bahwa Rasulullah Muhammad SAW adalah seorang pemimpin dan juru dakwah yang memiliki kemampuan retorika luar biasa. Beliau mampu menyampaikan pesan-pesan universal dengan bahasa yang jelas, santun, dan penuh hikmah.
Mengangkat tema sentral “Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW melalui Retorika yang Santun dan Inspiratif,” kegiatan yang diselenggarakan oleh STIT Merauke ini memiliki tujuan ganda. Pertama, tentu saja, untuk menanamkan nilai-nilai keteladanan Nabi. Kedua, yang tak kalah penting, adalah mengembangkan kemampuan public speaking para peserta.
“Peringatan Maulid bukan hanya soal perayaan seremonial. Ini adalah kesempatan kita untuk mengaktifkan kembali peran dakwah yang harus dilakukan oleh setiap mahasiswa, khususnya mahasiswa tarbiyah,” ujar Ketua Panitia dalam sambutannya. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini melatih keberanian, kreativitas, dan kemampuan peserta dalam menyusun argumen yang kredibel dan inspiratif.
Ajang Kompetisi yang Menggugah Semangat Mahasiswa
Lomba pidato ini secara khusus menargetkan mahasiswa STIT Yamra Merauke, menjadikannya ajang kompetisi yang serius namun tetap edukatif. Peserta ditantang untuk menyampaikan pidato mereka dengan durasi maksimal 7 menit. Menariknya, untuk mendorong peningkatan kualitas global, panitia memberikan pilihan bahasa, termasuk Bahasa Inggris, sebagai medium pidato mereka.
Seluruh rangkaian acara berlangsung meriah dan tertib, dimulai dari pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, hingga sambutan-sambutan pimpinan kampus. Puncak acara adalah penampilan para peserta yang penuh semangat.
Dewan juri profesional yang terdiri dari akademisi dan pakar komunikasi menilai setiap penampilan berdasarkan kriteria ketat, meliputi: kesesuaian dengan tema, struktur pidato yang logis, penguasaan materi yang mendalam, hingga aspek teknis seperti intonasi, gesture, dan kepercayaan diri di atas panggung.
Ketua STIT Yamra Merauke, dalam penutupannya, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap kualitas penampilan mahasiswa. Beliau berharap bahwa kemampuan yang diasah dalam kompetisi ini dapat dibawa ke masyarakat luas.
“Kami berharap para peserta bukan hanya unggul dalam berkompetisi, tetapi juga menjadi duta-duta perubahan yang mampu menyampaikan pesan-pesan kebaikan, pesan-pesan dakwah, dengan cara yang paling santun dan paling inspiratif. Inilah wujud nyata meneladani akhlak dan kepemimpinan Nabi Muhammad SAW di era modern,” tegas beliau.
Pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah menjadi penutup manis dari kegiatan ini, menandai suksesnya STIT Merauke dalam menciptakan kegiatan Maulid Nabi yang meriah, mendidik, dan relevan dengan kebutuhan pengembangan diri mahasiswa di abad ke-21. Diharapkan kegiatan semacam ini dapat rutin dilaksanakan untuk membentuk generasi muda yang fasih berbicara, fasih berakhlak.